Lomba membaca berita se-Pulau Belitung dalam rangka Festival Adikarya Bintang Literasi (FABL) SMA Negeri 1 Manggar 2020 digelar hari ini Senin (26/10/2020).

Tercatat 30 peserta siswa-siswi dari SMA/SMK/MA baik negeri ataupun swasta ikut berpartisipasi.
Mengangkat tema “Adiwarna Bahasa: Berseri Budaya, Elok Pekerti, Produktif Berkarya”, festival yang bekerjasama dengan DPRD Kabupaten Belitung Timur berlangsung dengan meriah.

Tidak main-main, SMA Negeri 1 Manggar menghadirkan tiga orang juri yang sudah sangat kompeten di bidangnya yaitu Rita Indriati, Fitrah Agustian dan Subrata. Ketiganya merupakan juri independen sehingga penilaian yang dilakukan tidak akan memihak pihak manapun.

Dimulai dari tepat pukul 08.30 WIB, acara tersebut dibuka oleh Ketua DPRD Kabupaten Belitung Timur, Fezzi Uktolseja, SE, MM.

Dalam sambutannya, Fezzi Uktolseja mengatakan bahwa acara ini sangat menarik dan patut untuk dikembangkan lebih lanjut.

Selain itu, ia berharap agar lomba membaca naskah berita ini dapat melahirkan news anchor baru di tingkat nasional.

“Kita punya Grace Natalie dan Zilvia Iskandar sebagai putera daerah yang sukses sebagai news anchor di TV Nasional. Kita berharap nantinya kegiatan ini akan melahirkan bibit baru news anchor,” pungkas Fezzi.

Tiga puluh peserta yang bertanding pada hari ini membacakan berita yang telah mereka siapkan sendiri saat babak penyisihan. Kemudian, dipilihlah enam terbaik yang selanjutnya harus membacakan satu naskah berita pilihan juri.

Setelah berunding cukup lama, juri akhirnya memutuskan Zahra Hafizah Rahma dari SMA Negeri 1 Manggar sebagai terbaik pertama lomba membaca naskah berita FABL 2020. Disusul Demil Saptura dari SMAN 1 Sijuk diterbaik kedua, Syafiqi Ramadan dari SMKS Handayani sebagai terbaik ketiga serta Sarah Mulyani, Maristiani, dan Allyssa Tania yang masing-masing menempati urutan terbaik keempat, kelima dan keenam.

Dalam memutuskan juara lomba ini, juri mengaku sempat kesulitan.

“Kami sempat kesulitan dalam menentukan juaranya karena semua sudah menampilkan yang terbaik. Namun karena berita yang dipilih memiliki kesulitan yang cukup tinggi, maka masih ada sedikit catatan untuk semua penampil. Dari catatan-catatan tersebut kami pilih yang terbaik,” ucap Fitrah Agustian sebagai perwakilan dewan juri.

Terbaik pertama, Zahra, dalam keterangannya ia mengaku sangat bersyukur dapat memenangkan lomba ini. Ia benar-benar tidak menyangka dengan persiapan singkat yang ia lakukan berhasil menghantarkannya menjadi juara.

Zahra juga berterima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung, terutama orang tua, pembimbing, serta pihak sekolah. Hal senada juga disampaikan oleh terbaik kedua, Demil Saputra. Siswa kelas XI SMAN 1 Sijuk mengaku tidak menyangka mendapatkan juara.

“Berasa seperti mimpi, tidak nyangka dengan persiapan singkat dapat menjadi juara,” ungkap Demil.

Pernyataan tersebut diamini oleh pembimbingnya, Muhammad Yunus yang terus memotivasi dan melatih Demil.

Satu-satunya perwakilan SMA/SMK Swasta yang berhasil menjadi juara, Syafiqi juga mengaku senang dapat membuat bangga orang tua dan sekolah.

“Alhamdulillah bisa membuat bangga,” ucapnya.

Siswa SMKS Handayani Manggar ini juga mengaku awalnya sedikit kesulitan dalam menempatkan intonasi yang pas pada berita yang ia bacakan. Namun berkat latihan dan selau mencoba untuk santai akhirnya ia bisa membacakan naskah berita dengan baik.

“Yah kemenangan ini menjadi cambuk untuk diri sendiri untuk lebih baik. Dan ini sebagai ajang pembuktian bahwa saya juga bisa berprestasi,” ucap Syafiqi.

Keberhasilan Syafiqi ini juga tidak terlepas dari pembimbingnya serta pihak yang selalu memberikan dukungan.

Salah satu juri, Subrata dalam wawancaranya mengaku peserta lomba FABL 2020 ini sangat luar biasa. “Setiap pesertanya unik dan banyak yang diluar prediksi, bagus semuanya,” ucap Subrata.

Ia juga menyatakan sempat kesulitan dalam menentukan enam besar karena semuanya memiliki perbedaan skor yang sedikit.

“Sempat sulit juga tadi dalam menentukan enam besar dan yang menjadi terbaik dari keenamnya. Namun setelah berdiskusi dengan dewan juri lainnya, maka inilah hasil yang menurut kami terbaik dari yang baik,” tutup Subrata.

Ditemui setelah menyerahkan hadiah bagi para juara, Kepala SMA Negeri 1 Manggar, Sabarudin menyebutkan bahwa lomba ini bertujuan memberikan ruang dalam mengembangkan kemampuan berbicara dan melatih kepercayaan diri peserta didik.

“Lomba ini pada dasarnya selain menyemarakkan bulan bahasa, juga memberikan ruang kepada peserta didik. Ruang untuk mereka agar dapat mengembangkan kemampuan berbicara serta melatihkan kepercayaan diri untuk tampil dihadapan banyak orang,” ucap Sabarudin.

Selain itu, Sabarudin juga berharap festival yang baru pertama kali dilaksanakan ini dapat berlanjut. “ FABL ini merupakan festival yang pertama kali kami lakukan dan kami berharap nanti akan berlanjut di tahun-tahun berikutnya dengan cabang lomba yang lebih variatif,” ucap Sabarudin.

Menutup wawancaranya, Sabarudin tidak lupa mengucapkan selamat kepada para pemenang dan terima kasih atas partisipasi seluruh peserta yang sudah sangat antusias.

“Selamat untuk para pemenang serta terima kasih untuk para peserta yang belum beruntung. Tidak lupa pula untuk DPRD Belitung Timur atas kerjasamanya sehingga acara ini dapat berjalan dengan lancer,” tutup Sabarudin. (*/)

Artikel ini dilansir sepenuhnya dari laman https://www.jabejabe.co/festival-adikarya-bintang-literasi-sman-1-manggar-2020-lahirkan-bibit-baru-pembaca-berita/

© Copyright 2021 by SMA Negeri 1 Manggar