Selasa, 20 Oktober 2020 SMA Negeri 1 Manggar mengadakan Lomba Membaca Puisi dalam rangka memperingati Festival Literasi Bulan Bahasa Tahun 2020. Dengan mengusung tema Festival Adikarya Bintang Literasi, kegiatan ini diselenggarakan di Ruang Multimedia SMA Negeri 1 Manggar, pukul 09.00-11.00 WIB.
Lomba Membaca Puisi ini diikuti oleh 20 peserta yang merupakan perwakilan dari setiap kelas. Sebelumnya, pendaftaran untuk lomba ini telah diumumkan di website sman1manggar.sch.id bersamaan dengan lomba-lomba bulan bahasa lainnya, seperti lomba membuat karikatur, komik digital, monolog, vlog, dan membaca berita. Di website tersebut, syarat, ketentuan, serta tata cara pendaftaran sudah tersedia dengan jelas, sehingga para siswa yang berminat untuk berpartisipasi dalam lomba dimudahkan untuk mendaftar.
Adapun puisi yang dibacakan oleh para peserta lomba membaca puisi ini ada 2, yakni puisi wajib dan puisi pilihan, yang keduanya sudah disiapkan oleh panitia. Puisi wajib yang harus dibacakan semua peserta yaitu puisi berjudul “Ibu” karangan D. Zawawi Imron. Puisi pilihan yang disediakan berjumlah 9, yaitu “Walau” karangan Sutardji Calzoum Bachri, “Senja Di Pelabuhan Kecil Buat Sri Ajati” karya Chairil Anwar, “Lautan” karya Rendra, “Tiga Sajak Kecil” karangan Sapardi Djoko Damono, “Ke Pelabuhan” karya Toeti Heraty, “Beri Daku Sumba” karangan Taufiq Ismail, “Di Bayang Mata Pak Dirman” karya Kirdjomuljo, “Ubud” karangan Isma Sawitri, dan “Sang Kerikil” karangan Aspar.
Lomba dibuka dengan penampilan dari Adis Ardeliya, perwakilan dari kelas 10-7. Dengan penuh penghayatan, ia membawakan puisi wajib dan puisi pilihan “Walau”. Penampilannya berhasil membawa semangat pada para peserta lainnya untuk tidak mau kalah dan ikut memberikan penampilan terbaik mereka.
Hal ini juga dialami oleh Winda Nitami, perwakilan dari kelas 10-4. Walaupun merasa persiapannya untuk mengikuti lomba membaca puisi ini kurang, ia tetap merasa puas atas penampilan yang telah diberikannya. Ia juga menyebutkan bahwa dirinya merasa gugup saat akan tampil. “Kalau ikut lomba yang pasti guguplah, apalagi ini lomba pertama yang aku ikuti semenjak masuk SMA. Jadi ya, gugup parah.” ujar Winda.
Winda juga bercerita bahwa dirinya sudah pernah mengikuti lomba membaca puisi semenjak kelas 5 SD. “Sebenarnya terakhir ikut lomba membaca puisi di luar sekolah itu waktu kelas 5 SD. Waktu SMP cuma ikut lomba yang diadakan di sekolah sama lomba cipta puisi. Jadi waktu kemarin disuruh wali kelas ikut, ya, aku ga bisa nolak, hehe…. Sekalian mau nyoba ikut lagi setelah sekian lama,” ungkapnya.
Hal sebaliknya justru dialami oleh Yurico, perwakilan lomba membaca puisi dari kelas 11-4. Ia mengaku baru pertama kali mengikuti lomba membaca puisi. “Ini pertama kali nyoba ikut lomba puisi. Mau nyoba-nyoba aja sih, cari pengalaman baru, biar bisa menguasai bidang ini-itu.” Ia pun mengaku gugup, tapi tetap berusaha memberikan penampilan terbaiknya. “Alhamdulillah, puas dengan penampilan tadi,” ujarnya.
Yurico membawakan dua puisi saat tampil, yakni puisi wajib “Ibu” dan puisi pilihan berjudul ‘Di Bayang Mata Pak Dirman’ karya Kirdjomuljo. Ia menuturkan bahwa puisi “Di Bayang Pak Dirman” berisi tentang pandangan penulis terhadap sosok Pak Dirman. Setelah membacakan puisi dengan penuh emosi dan penghayatan, Yurico yakin bahwa dirinya bisa menandingi penampilan-penampilan dari peserta-peserta lainnya. “Walaupun penampilan dari peserta yang lain banyak yang bagus-bagus, tapi tetap yakin dengan diri sendiri. Insya Allah bisa.”
Para pemenang dari Lomba Membaca Puisi ini akan diumumkan pada acara puncak bulan bahasa, Senin, 26 Oktober 2020, di SMA Negeri 1 Manggar. Dengan diadakannya lomba membaca puisi sebagai rangkaian dari Festival Literasi Bulan Bahasa Tahun 2020, diharapkan akan lahir bibit-bibit muda berbakat yang nantinya bisa mewakili dan membawa nama baik SMA Negeri 1 Manggar di bidang literasi, khususnya di ajang membaca puisi.